Dengan
menggunakan teknik kultur jaringan, produksi awal Inggu Laut mencapai 50.000
tangkai bunga per bulan dan mengalami peningkatan angka produksimenjadi 250.000
tangkai bunga per bulan pada tahun ketiga, yang kesemuanya berhasil terserap
oleh pasar. Dan menurut informasi yang diberikan bahwa dengan jumlah tersebut
ternyata masih banyak permintaan yang tidak dapat dipenuhi, sehingga peluang
besar bisnis ini masih terbuka. Selain jenis Krisan, Inggu Laut juga mengembangkan
jenis lain seperti Anyelir, Garbera, Mawar, Anthurium, dan lain-lain sebagai
pelengkap dekorasi. Sebanyak kurang lebih 35 varietas koleksi dikembangkan
sebagai komoditas andalan Inggu Laut. Penggunaan teknik kultur jaringan sebagai
teknik perbanyakan benih merupakan pilihan tepat dalam kegiatan agrobisnis,
karena selain dapat menghemat lahan juga dapat diperoleh sifat benih yang
relatif lebih unggul, lebih stabil dan lebih tinggi dalam hal kuantitas.
Inggu Laut
sebagai salah satu aset daerah berupaya terus mengembangkan diri dalam
memberikan banyak kontribusi baik dalam bidang pertanian, perekonomian, juga
pendidikan dengan telah bekerja sama dengan 26 Universitas di Indonesia. Dengan
sistem keterbukaan yang diterapkan, Inggu Laut siap menjadi salah satu aset
yang dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat secara umum. Semoga dapat
berkunjung di tempat magang saya yang begitu indah dan menyegarkan pikiran
melihat seribu warna di PT. Inggu laut abadi.
0 komentar:
Posting Komentar